Ya,
itu memang pertama kalinya rambut ku dipangkas oleh orang selain Ayah ku.
Pasalnya, sejak aku lahir ke dunia dan rambut di kepala mulai tumbuh lebat,
satu-satu nya orang yang pernah memangkas dan merapikan model rambut ku ya cuma
Ayah.
Entah
kenapa, sekalipun aku gak pernah dibawa ke tukang pangkas rambut. Agaknya Ayah
ku ngerasa bertanggung jawab untuk kerapian rambut ku agar anaknya ini
kelihatan lebih tampan hehe. Tapi sampai sekarang aku gak pernah tau apa alasan
sebenarnya karena gak pernah kutanyakin.
Karena,
dua hari kemudian, Senin tanggal 12
September aku di Ospek selama 5 hari. Benar,
aku adalah seorang maba. Jadi, seperti tradisi dari tahun-tahun yang
lalu kalau mahasiswa baru itu wajib hukumnya untuk ngerubah tampilan rambutnya
jadi botak selama di Ospek, khusus untuk yang berjenis kelamin pria dan bukan
untuk wanita haha.
Aku
datang ke tempat pangkas itu tanpa perasaan aneh, canggung atau pun takut. Aku
ingat kalau waktu itu aku tenang kayak udah sering datang ke tempat pangkas
padahal ini untuk pertama kalinya. Dan aku berkaca untuk terakhir kalinya
memandangi rambut gondrong yang udah kupelihara selama 3,5 bulan libur sekolah
di kursi pangkas waktu aku duduk dan siap diproses. Abang tukang pangkas segera
nutupin badan ku pake kain hijau dan ngidupin alat pangkas yang entah apa
namanya. Aku bilang kea bang itu kalau aku ini maba dan kepalaku harus
dibotakin, dia ngerti dan mulai bersiap untuk ngebotakin kepalaku.
“sreeeeeekk……” kira-kira gitu bunyi alatnya dan tanpa aba-aba si abang itu
langsung ngelibas rambut ku dari arah depan. Dan…… aku lihat lahan kepala ku
terbuka sebagian. Dengan pasrah aku ngeliatin rombongan helai rambut panjang
jatuh ke atas kain penutup warna hijau yang aku pakai.
Untungnya
waktu itu kesan pertama ku tentang sebuah tempat pangkas sangat baik. Pelayanan
memuaskan, tukang pangkas dan kasir nya sama-sama ramah. Tapi aku masih ragu
untuk selanjutnya kalau rambut ini mulai beranjak gondrong, apa aku harus
datang ke tempat pangkas rambut atau meminta si Ayah untuk mangkasin rambutku
kayak yang selalu dia lakuin selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar