Rabu, 01 Februari 2012

Kehausan Mencintai Dan Dicintai


 
Kadang, waktu kita mulai ngerasa sendiri dan benar-benar sendiri, kita mulai sering berkhayal punya seseorang yang bisa ngilangin rasa kesendirian itu. Khayalan yang sering muncul itu macam-macam, mulai dari yang standard kayak sekedar pegangan tangan sama pacar, jalan bareng, suap-suapan,  sampe yang ekstrim ; numpahin sebotol penuh saos di mata pacarnya. Biasanya yang satu ini sering kejadian waktu si cewek mergokin cowoknya yang lagi asik sama tante-tante uzur, misalnya.

Dan buat remaja zaman sekarang, salah satu cara ampuh buat ngilangin rasa sendiri itu ya dengan pacaran. Buat kebanyakan orang, kalau gak punya pacar itu serasa kayak orang yang berasal dari masa beribu tahun sebelum masehi. Mereka selalu ngerasa asing di antara orang-orang yang terlihat jalan bareng sama pacar atau boncengan motor beduaan dengan posisi duduk ceweknya kayak posisi joget trio macan yang membeku.

Gak bisa dipungkiri lagi kalau kehadiran seorang pacar itu memang penting. Pacar, selain jadi orang yang bisa paling deket sama kehidupan kita dan paling ngerti kita selain keluarga sendiri, terkadang bisa juga jadi orang yang rela ngeluarin duitnya untuk makanan kita sewaktu kita lagi gak punya uang atau pura-pura gak punya uang.

Dan seorang jomblo, atau dalam bahasa halusnya : orang yang kerjanya hanya tinggal menunggu waktu untuk pacaran, bakal sering dan sangat sering mengigau tentang kapan mereka punya pacar. Tentu aja ini gak baik untuk kesehatan psikologis seorang jomblo, karena bisa aja saking seringnya mereka berkhayal dan mengigau tentang enaknya punya pacar, mereka justru jadi tertekan dan frustasi karena ternyata kenyataan gak seperti yang diharapkan. Memang sih gak semua jomblo bakal kayak gitu, masih banyak juga yang sanggup mikir waras atau yang sekedar pura-pura mikir waras.

Banyak orang menganggap mencintai dan dicintai adalah hal yang sangat penting, apalagi di usia remaja-remaja labil gitu, yang kita kenal sebagai masa berpacaran buat mereka yang belum mau untuk melihara seorang anak di antara mereka. Penting, karena di balik kontroversinya, banyak hal yang bisa didapat dalam berpacaran. Salah satunya adalah bagaimana kita belajar untuk mencintai seseorang dan belajar untuk menghargai jika dicintai seseorang.

Tapi selain dari satu tujuan yang paling mulia itu, ada juga kita kenal tujuan-tujuan lainnya yang gak ada mulia-mulianya samasekali, misalnya :
 Karena kepingin menghemat ongkos pulang pergi ke sekolah/kampus, maka dia buru-buru nyari pacar seorang cowok yang bermotor. Singkat cerita, dia akhirnya punya seorang pacar yang kemana-mana ngendarain motor keren. Satu hal yang gak diketahuin sama si cowok itu adalah kenyataan kalau dia cuma dijadikan seorang ‘pacar’ dalam implementasinya menjadi seorang tukang ojek.

Atau contoh lain, seorang cowok yang punya hasrat buru-buru pacaran karena dia risih kalau jok motornya kosong terus di bagian belakang. Akhirnya dia punya pacar cantik dan membiarkan ceweknya itu duduk terus dan meluk badannya dari belakang selama boncengan. Satu hal yang gak diketahun sama si pacar cewek adalah kenyataan bahwa dia disamain fungsinya sebagai mesin penghangat selama si cowok ngendarain motornya.

Keinginan untuk punya pacar itu sangat besar sampai-sampai banyak dari mereka yang memaksa teman-teman lainnya untuk mengenalin mereka ke teman-teman yang ada kemungkinan bisa dijadiin pacar.

Sebenarnya, di balik nafsu besar seseorang untuk mencari seorang pacar itu adalah bagaimana dia sangat pingin untuk mencintai seseorang dengan tulus. Dan juga bagaimana dia sangat pingin dicintai dengan tulus juga.

Semua keinginan itu akhirnya kita sadari sebagai sesuatu yang merupakan keharusan. Bagaimana berpacaran itu adalah status yang sangat penting di zaman sekarang ini. Malah, bisa ngalahin status seseorang walau dia anak pejabat. Misalnya gini, anak pejabat itu mukanya pas-pasan aja dan dia  harus nerima kenyataan bahwa dia jomblo. Maka orang-orang yang kenal dengan dia pasti sering mencibir dengan menyinggung soal jomblo nya itu.


Dan karena tulisan ini ada kaitan eratnya dengan para jomblo-jomblo yang mungkin lagi ngebaca ini, maka penting buat kita (karena aku juga jomblo) untuk gak terlalu buru-buru memilih seorang pacar.

Apa ada yang salah dengan status jomblo? Tentu aja enggak. Jomblo, kayak yang aku bilang tadi, adalah orang-orang yang dalam kehidupan nyatanya belum memiliki pacar dalam waktu yang lama, maksudnya mereka menunggu waktu memberikan jalan.  Gak buruk kok. Justru ini baik, karena tanpa sadar kita udah ngasih kesempatan buat hati kita memilih mana yang terbaik dan mengurangi resiko akan menyakiti perasaan orang lain.

Liat aja yang napsuan pingin punya pacar itu, mereka gak mikirin apa mereka benar-benar sayang ke orang itu. Yang ada di pikiran mereka cuma mencintai orang itu, dengan resikonya cepet bosan. Dan akhirnya, dalam waktu yang singkat aja mereka udah putus.

Haus mencintai seseorang, tapi buta melihat saying yang sebenarnya. Dan mereka dengan mudah bakal nyakitin perasaan orang lain.

Setelah kurang lebih enam bulan ngejomblo, aku juga suka sering naksir cewek-cewek cantik di lingkungan kampus ataupun cewek-cewek yang sering mangkal, mangkal di rumah maksudnya..cewek baik-baik maksudnya..

Tapi gak sekalipun aku nyoba untuk nembak dan nyatain cinta ke salah satu dari mereka. Karena aku belum yakin kali kalau aku benar-benar sayang atau sekedar nafsu pingin mencintai dan dicintai dan menjadikannya seorang pacar.

Aku takut kalau seandainya aku mutusin buat macarin salah satu aja dan dikemudian hari aku sadarin kalau aku ternyata gak bener-bener sayang sama dia maka yang bakalan ngerasa sakit ya cewek itu, kan kasian.

Jangan biarin diri kita diperbudak sama nafsu yang kayak begituan. Semakin kita dewasa, kita harus semakin sadar bahwa mencintai dan dicintai itu butuh sebuah keseriusan dan komitmen.

Kalau belum siap untuk ngejalanin, lebih baik gak usah. Biarin orang terus-terusan ngatain “hihh jomblo hihh”  karena gak pernah ngegandeng tangan seorang cewek/cowok, yang penting kita pasti jauh lebih baik daripada orang-orang yang bernafas cuma untuk mencari dan mencari seorang pacar tanpa keseriusan.

Kehausan mencintai dan dicintai, pasti dialami oleh semua orang. Tinggal bagaimana kita menikmatinya tanpa harus menyakiti perasaan orang lain. Sudah cukuplah cinta itu menyakitkan bagi mereka yang pernah merasakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar