Sabtu, 21 April 2012

Gimana Sih Kartini Modern Itu?


Selayaknya yang kita tau, tanggal 21 April ini adalah merupakan Hari Kartini. Tanggal dimana tepat pada tahun 1879 yang lalu, seorang perempuan Indonesia yang luarbiasa lahir ke dunia. Dan pada 2 Mei 1964, Presiden Soekarno pada waktu itu menetapkan tanggal 21 April sebagai hari besar untuk memperingati hari kelahiran Raden Ajeng Kartini berikut perjuangan selama beliau hidup terhadap kesetaraan gender antara kaum perempuan dan kaum laki-laki di negara ini.
Aku gak ngebahas lebih dalam tentang biografi beliau semasa hidup. Karena udah banyak sumber-sumber keren lain yang lebih rinci menerangkan siapa beliau itu. Daripada entar aku ngasih info yang gak jelas dan ngebuat ababil-ababil negeri ini makin tersesat dalam ketidaktahuan, mending aku diem aja kan.
Oke..

Hari Kartini.
Aku punya pertanyaan ringan tapi berbobot (gaya).  Apa kalian emang bener-bener ingat tanggal 21 April itu adalah Hari Kartini? Apa kalian sebenernya cuma tau dari jejaring sosial doang? Apa kalian cuma ikut-ikutan ngucapin aja biar dibilang up to date dan gahol?

Kalau dari ketiga pertanyaan itu kalian menjawab “ya” dengan jujur, mulai sekarang buatlah tanda sebesar-besarnya di kalender kalian di setiap hari besar nasional negara ini, seringlah kalian pelajari setiap lembar kalender itu, dan terakhir, sumpelinlah mulut kalian dengan lembaran kalender.
Pliss.. jangan cuma di tanggal anniversary pacaran aja kalian sibuk nyoret-nyoret kalender, jangan pas waktu mau ngerayain anniversary aja kalian sibuk ngeliatin kalender sampe mata benanah, dan jangan cuma gara-gara galau failed anniv  kalian mulai sering ngunyah kalender....

Inilah kenyatan yang ada di setiap hari besar nasional negara ini. Kompetisi nyiptain status paling unyu di jejaring sosial pun merebak. Diawali dari orang pemes, dan diikuti oleh sebagian ababil yang gak tau makna sebenernya dari hari besar itu.
Memang agak kasar, tapi ini fakta. Kita gak boleh munafik dan menyembunyikan sesuatu yang gak layak kan?

Dan untuk Hari Kartini kali ini, banyak hal-hal yang perlu jadi perhatian kita semua, khususnya buat para perempuan-perempuan gaul yang hidup di zaman serba waw ini. Kenapa serba waw? Contohnya aja, asal ada orang ngasih tau sesuatu, terus yang ngdenger pasti bakal bilang : “trus gueh mesti bilang waw getho?”
Gitu deh...

Jika dulu, R.A. Kartini berjuang untuk kesetaraan kaum perempuan Indonesia dengan cara memperjuangkan pendidikan mereka, lalu apa yang  sebagian kaum perempuan sekarang lakukan?

Hampir di seluruh lapisan golongan perempuan, khususnya tentu aja anak muda, ternyata fenomena penyimpangan nilai-nilai luhur yang beliau berikan selama hidupnya semakin jelas gak dihargai lagi di sini.

Kita liat aja apa yang didapat anak sekolahan selama mereka duduk di bangku sekolah. Sewajarnya sebagai anak sekolah adalah untuk menerima pendidikan sebaik mungkin, belajar untuk masa depan diri mereka. Tapi apa? Orientasi mereka justru terpaku dengan bagaimana caranya mereka bisa hidup tanpa seorang pacar, atau bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan pacar dengan kriteria sebaik-baiknya, ganteng, keren, tinggi, putih, macho dan berjigong tebal, (yang terakhir salah deh kayaknya).

Itu jelas berbeda dengan apa yang Kartini berikan dan perjuangkan selama hidupnya.

Negara ini memang punya banyak perempuan luarbiasa. Tapi gak sedikit juga perempuan labil yang rela ngerendahin derajat dirinya sendiri.

Sadarilah, kalian yang masih ABG, buat apa ngabisin waktu menangisi laki-laki yang menolak kalian? Buat apa ngerendahin diri di depan laki-laki yang udah ngebuang kalian sia-sia gitu? Kalian hebat, tapi kalian gak sadari itu, sampai kalian terlalu bodoh untuk mengais cinta dari orang yang gak hebat..
Hidup kalian sebagai perempuan terlalu hina kalau dihabiskan untuk mikirin laki-laki mana yang bakal bisa jadi pacar kalian, laki-laki mana yang bakal bisa menghamili kalian di masa depan untuk sebuah keluarga.
Ini gila.

Apa kalian gak kasihan kalau seandainya di depan kalian sekarang, Kartini terduduk menangisi gaya hidup kalian sekarang ini? Beliau memperjuangkan derajat kaum perempuan bukan untuk sesaat aja, bukan untuk kepentingan kalian berpacaran, tapi untuk selamanya, untuk pendidikan dan derajat kalian dan itu sampai pada kalian sekarang.

R.A. Kartini gak pernah mengajak kaum perempuan untuk begitu nafsu mengejar cinta laki-laki. Beliau mengajarkan kaum perempuan untuk bernafsu mengejar pendidikan untuk menyetarakan derajat kaum perempuan dengan laki-laki. Menunjukkan kalau kaum perempuan bisa sehebat kaum laki-laki.

Sebagian kaum perempuan Indonesia sekarang ini memang benar-benar ada di zona hina sebagai perempuan. Mereka udah gak punya lagi apa yang disebut dengan moral. Terdengar kasar? Yap. Memang kasar. Tapi lagi-lagi kawan, liatlah kenyataannya yang ada.

Segerombol ababil betina yang ngebentuk geng preman. Apa yang mereka lakukan? Membenci satu sama lain, mengibarkan permusuhan, mendiskriminasi yang lemah.
Perempuan-perempuan yang gak ingat malam. Apa yang mereka lakukan? Menghinakan dirinya sendiri, merendahkan derajat, membuat kaum perempuan semakin gak dihargai.
Joget-joget gak jelas di atas panggung. Menari tanpa busana apapun. Menawarkan dirinya untuk beberapa lembar uang.

Apa itu yang diajarkan Kartini pada kita? Kalau enggak, aku gak salah ngomong dong kalau sebagian perempuan Indonesia ini ada di zona hina.

Aku laki-laki (iya lah), dan aku bener-bener kecewa dengan apa yang sebagian perempuan Indonesia sekarang lakukan. Seakan Hari Kartini hanya akan jadi perayaan ceremonial  gak bermakna apapun.
Mungkin terlihat meriah sekarang, di setiap kali perayaannya, banyak perempuan-perempuan memakai kebaya cantik, memakai sanggul dan tampil cantik dalam sebuah acara. Orang terkenal tampil di televisi dan berucap tentang R.A. Kartini. Tapi bukan itu intinya. Bukan itu nilai dari peringatan hari ini. Presiden Soekarno gak mengusulkan tanggal 21 April untuk itu, beliau minta kepada kita, generasi mudanya dan khsusnya kepada para Kartini modern ini untuk dapat mengambil pelajaran apapun yang bisa diambil dari perjuangan Kartini, menyambung lagi perjuangannya, menghebatkan perempuan Indonesia.

Hai, para Kartini modern, berubahlah. Perempuan sangat dibutuhkan di negara ini. Apa jadinya jika beberapa tahun mendatang, seluruh perempuan Indonesia adalah kaum yang hina?

Renungkan apa yang salah pada diri kita. Kesalahan kita karena menyia-nyiakan perjuangan pahlawan kita dengan hal-hal yang hina.
Kayak yang sering banyak orang bilang, gak ada kata terlambat untuk berubah, dan itu berlaku juga di sini. Kalau kalian udah terlanjur salah, ayo.. perbaiki! Karena perempuan, siapa pun kalian, Tuhan udah menciptakan kalian sebagai makhluk yang hebat. Dan cuma kalianlah orang-orang yang mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang luarbiasa, yang sangat kita butuhin sekarang ini.
 Kalian yang bisa bertahan dan memperbaiki diri menjadi sebaik-baiknya kaum perempuan di tengah zaman modern yang makin parah ini adalah kalian, Kartini modern itu.



Selamat Hari Kartini perempuan Indonesia


6 komentar:

  1. Subhanallah makasih kamu msh memperhatikan nasib kaum kami di indonesia ini :)
    memang sedih ngeliat sebagian perempuan di indonesia ini ;((
    semoga aja kedepannya nasib kaum perempuan akan menjadi lbh baik ya..
    tulisan yg bagus adit. Good job! :D

    BalasHapus
  2. heheh iya Kina, udah jadi tugas kita saling peduli kan? :)
    makasih lho udah dibilang bagus hehe :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener..salut lah sm abang ini,tinggi kali nasionalisme nya :)
      ok you're welcome :D

      Hapus
    2. hahaha setiap orang punya kok, cuma mungkin malu2 aja nunjukkinnya :D

      Hapus
    3. masa sih? bukannya emang ada org yg gak punya nasionalisme ya? :)

      Hapus
    4. iya ada, tapi bukan berarti untuk selamanya. masalahnya mereka belum sadar aja kalau mereka itu Indonesia hahah :D

      Hapus