Selayaknya yang
kita tau, tanggal 21 April ini adalah merupakan Hari Kartini. Tanggal dimana
tepat pada tahun 1879 yang lalu, seorang perempuan Indonesia yang luarbiasa
lahir ke dunia. Dan pada 2 Mei 1964, Presiden Soekarno pada waktu itu menetapkan
tanggal 21 April sebagai hari besar untuk memperingati hari kelahiran Raden Ajeng
Kartini berikut perjuangan selama beliau hidup terhadap kesetaraan gender
antara kaum perempuan dan kaum laki-laki di negara ini.
Aku gak
ngebahas lebih dalam tentang biografi beliau semasa hidup. Karena udah banyak sumber-sumber
keren lain yang lebih rinci menerangkan siapa beliau itu. Daripada entar aku
ngasih info yang gak jelas dan ngebuat ababil-ababil negeri ini makin tersesat
dalam ketidaktahuan, mending aku diem aja kan.
Oke..
Hari Kartini.
Aku punya pertanyaan
ringan tapi berbobot (gaya). Apa kalian
emang bener-bener ingat tanggal 21 April itu adalah Hari Kartini? Apa kalian
sebenernya cuma tau dari jejaring sosial doang? Apa kalian cuma ikut-ikutan
ngucapin aja biar dibilang up to date dan
gahol?
Kalau dari
ketiga pertanyaan itu kalian menjawab “ya” dengan jujur, mulai sekarang buatlah
tanda sebesar-besarnya di kalender kalian di setiap hari besar nasional negara
ini, seringlah kalian pelajari setiap lembar kalender itu, dan terakhir, sumpelinlah
mulut kalian dengan lembaran kalender.
Pliss.. jangan
cuma di tanggal anniversary pacaran aja
kalian sibuk nyoret-nyoret kalender, jangan pas waktu mau ngerayain anniversary aja kalian sibuk ngeliatin
kalender sampe mata benanah, dan jangan cuma gara-gara galau failed anniv kalian mulai sering ngunyah kalender....
Inilah kenyatan
yang ada di setiap hari besar nasional negara ini. Kompetisi nyiptain status
paling unyu di jejaring sosial pun merebak. Diawali dari orang pemes, dan diikuti
oleh sebagian ababil yang gak tau makna sebenernya dari hari besar itu.
Memang agak
kasar, tapi ini fakta. Kita gak boleh munafik dan menyembunyikan sesuatu yang
gak layak kan?
Dan untuk Hari
Kartini kali ini, banyak hal-hal yang perlu jadi perhatian kita semua,
khususnya buat para perempuan-perempuan gaul yang hidup di zaman serba waw ini.
Kenapa serba waw? Contohnya aja, asal ada orang ngasih tau sesuatu, terus yang
ngdenger pasti bakal bilang : “trus gueh
mesti bilang waw getho?”
Gitu deh...
Jika dulu, R.A.
Kartini berjuang untuk kesetaraan kaum perempuan Indonesia dengan cara
memperjuangkan pendidikan mereka, lalu apa yang sebagian kaum perempuan
sekarang lakukan?
Hampir di
seluruh lapisan golongan perempuan, khususnya tentu aja anak muda, ternyata
fenomena penyimpangan nilai-nilai luhur yang beliau berikan selama hidupnya
semakin jelas gak dihargai lagi di sini.
Kita liat aja
apa yang didapat anak sekolahan selama mereka duduk di bangku sekolah.
Sewajarnya sebagai anak sekolah adalah untuk menerima pendidikan sebaik
mungkin, belajar untuk masa depan diri mereka. Tapi apa? Orientasi mereka
justru terpaku dengan bagaimana caranya mereka bisa hidup tanpa seorang pacar,
atau bagaimana caranya mereka bisa mendapatkan pacar dengan kriteria
sebaik-baiknya, ganteng, keren, tinggi, putih, macho dan berjigong tebal, (yang
terakhir salah deh kayaknya).
Itu jelas
berbeda dengan apa yang Kartini berikan dan perjuangkan selama hidupnya.
Negara ini
memang punya banyak perempuan luarbiasa. Tapi gak sedikit juga perempuan labil
yang rela ngerendahin derajat dirinya sendiri.
Sadarilah,
kalian yang masih ABG, buat apa ngabisin waktu menangisi laki-laki yang menolak
kalian? Buat apa ngerendahin diri di depan laki-laki yang udah ngebuang kalian
sia-sia gitu? Kalian hebat, tapi kalian gak sadari itu, sampai kalian terlalu
bodoh untuk mengais cinta dari orang yang gak hebat..
Hidup kalian
sebagai perempuan terlalu hina kalau dihabiskan untuk mikirin laki-laki mana
yang bakal bisa jadi pacar kalian, laki-laki mana yang bakal bisa menghamili
kalian di masa depan untuk sebuah keluarga.
Ini gila.
Apa kalian gak
kasihan kalau seandainya di depan kalian sekarang, Kartini terduduk menangisi
gaya hidup kalian sekarang ini? Beliau memperjuangkan derajat kaum perempuan
bukan untuk sesaat aja, bukan untuk kepentingan kalian berpacaran, tapi untuk
selamanya, untuk pendidikan dan derajat kalian dan itu sampai pada kalian
sekarang.
R.A. Kartini
gak pernah mengajak kaum perempuan untuk begitu nafsu mengejar cinta laki-laki.
Beliau mengajarkan kaum perempuan untuk bernafsu mengejar pendidikan untuk menyetarakan
derajat kaum perempuan dengan laki-laki. Menunjukkan kalau kaum perempuan bisa
sehebat kaum laki-laki.
Sebagian kaum
perempuan Indonesia sekarang ini memang benar-benar ada di zona hina sebagai
perempuan. Mereka udah gak punya lagi apa yang disebut dengan moral. Terdengar
kasar? Yap. Memang kasar. Tapi lagi-lagi kawan, liatlah kenyataannya yang ada.
Segerombol
ababil betina yang ngebentuk geng preman. Apa yang mereka lakukan? Membenci
satu sama lain, mengibarkan permusuhan, mendiskriminasi yang lemah.
Perempuan-perempuan
yang gak ingat malam. Apa yang mereka lakukan? Menghinakan dirinya sendiri,
merendahkan derajat, membuat kaum perempuan semakin gak dihargai.
Joget-joget gak
jelas di atas panggung. Menari tanpa busana apapun. Menawarkan dirinya untuk
beberapa lembar uang.
Apa itu yang
diajarkan Kartini pada kita? Kalau enggak, aku gak salah ngomong dong kalau
sebagian perempuan Indonesia ini ada di zona hina.
Aku laki-laki
(iya lah), dan aku bener-bener kecewa dengan apa yang sebagian perempuan
Indonesia sekarang lakukan. Seakan Hari Kartini hanya akan jadi perayaan ceremonial gak bermakna apapun.
Mungkin
terlihat meriah sekarang, di setiap kali perayaannya, banyak
perempuan-perempuan memakai kebaya cantik, memakai sanggul dan tampil cantik
dalam sebuah acara. Orang terkenal tampil di televisi dan berucap tentang R.A.
Kartini. Tapi bukan itu intinya. Bukan itu nilai dari peringatan hari ini.
Presiden Soekarno gak mengusulkan tanggal 21 April untuk itu, beliau minta
kepada kita, generasi mudanya dan khsusnya kepada para Kartini modern ini untuk
dapat mengambil pelajaran apapun yang bisa diambil dari perjuangan Kartini,
menyambung lagi perjuangannya, menghebatkan perempuan Indonesia.
Hai, para
Kartini modern, berubahlah. Perempuan sangat dibutuhkan di negara ini. Apa
jadinya jika beberapa tahun mendatang, seluruh perempuan Indonesia adalah kaum
yang hina?
Renungkan apa
yang salah pada diri kita. Kesalahan kita karena menyia-nyiakan perjuangan
pahlawan kita dengan hal-hal yang hina.
Kayak yang
sering banyak orang bilang, gak ada kata terlambat untuk berubah, dan itu
berlaku juga di sini. Kalau kalian udah terlanjur salah, ayo.. perbaiki! Karena
perempuan, siapa pun kalian, Tuhan udah menciptakan kalian sebagai makhluk yang
hebat. Dan cuma kalianlah orang-orang yang mampu menghasilkan generasi penerus bangsa yang luarbiasa, yang sangat kita butuhin sekarang ini.
Kalian yang bisa bertahan dan memperbaiki diri menjadi sebaik-baiknya kaum perempuan di tengah zaman modern yang makin parah ini adalah kalian, Kartini modern itu.
Kalian yang bisa bertahan dan memperbaiki diri menjadi sebaik-baiknya kaum perempuan di tengah zaman modern yang makin parah ini adalah kalian, Kartini modern itu.
Selamat
Hari Kartini perempuan Indonesia
Subhanallah makasih kamu msh memperhatikan nasib kaum kami di indonesia ini :)
BalasHapusmemang sedih ngeliat sebagian perempuan di indonesia ini ;((
semoga aja kedepannya nasib kaum perempuan akan menjadi lbh baik ya..
tulisan yg bagus adit. Good job! :D
heheh iya Kina, udah jadi tugas kita saling peduli kan? :)
BalasHapusmakasih lho udah dibilang bagus hehe :D
iya bener..salut lah sm abang ini,tinggi kali nasionalisme nya :)
Hapusok you're welcome :D
hahaha setiap orang punya kok, cuma mungkin malu2 aja nunjukkinnya :D
Hapusmasa sih? bukannya emang ada org yg gak punya nasionalisme ya? :)
Hapusiya ada, tapi bukan berarti untuk selamanya. masalahnya mereka belum sadar aja kalau mereka itu Indonesia hahah :D
Hapus