Pada tau semua kan kalau tahun ini ada
pesta olahraga terbesar sejagad raya.. Yap! Olimpiade. Olimpiade adalah
kompetisi olahraga yang mempertandingkan seluruh cabang olahraga yang ada
dengan pesertanya adalah seluruh negara di dunia ini. Pesta olahraga ini resmi dimulai secara modern sejak tahun 1896,
tepatnya di kota Athena, Yunani. Biarpun sejak abad ke-3 masehi olimpiade kuno
udah diselenggarain di Yunani.
Tahun ini olimpiade diselenggarain di kota
London yang merupakan ibukota negara Inggris yang dimulai sejak tanggal 27 Juli
- 12 Agustus 2012.
Dan tahun ini, kayak tahun-tahun
sebelumnya juga, Indonesia ikut berpartisipasi sebagai peserta barengan sama
203 negara lain di dunia ini. Sebenernya sih ya, tahun 2012 ini adalah tahun terburuk sepanjang
sejarah keikutsertaan negara kita di Olimpiade. Kenapa? Nah, oke kalau gitu yuk
langsung aja kita lihat catatan perjalanan Indonesia sepanjang Olimpiade biar
pada tau semua...
Olimpiade Helsinki 1952 (Finlandia)
Olimpiade Helsinki 1952 adalah
Olimpiade yang pertama kali Indonesia ikuti. Pada Olimpiade ini, kita
samasekali gak ngedapetin satu pun medali. Atlet yang dikirim untuk ngikutin
Olimpiade ini pun cuma tiga orang dengan hanya tiga cabang olahraga yang kita
ikuti.
Sejak keikutsertaan kita untuk pertama
kali di Olimpiade Helsinki, Indonesia gak pernah absen ikut Olimpiade kecuali
di Olimpiade Tokyo 1964 dan Olimpiade Moskow 1980, karena ada permasalahan
dalam negeri kita dan boikot sehubungan perang Soviet-Afganistan.
Olimpiade Seoul 1988 (Korea Selatan)
Nah, ini ni Olimpiade yang untuk
pertama kalinya Indonesia sukses dapat medali sejak tahun 1952. Medali yang
didapat Indonesia adalah dari cabang panahan beregu putri. Lilies Handayani, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani sukses ngerebut medali perak untuk
Indonesia yang juga merupakan medali satu satunya yang bisa kita bawa pulang
dari Seoul. Dan akhirnya, ketiga atlet kita itu dikenal dengan julukan Trio Srikandi karena jasa mereka.
Pada
Olimpiade Seoul 1988 ini Indonesia mengirim 29 atlet yang bertanding di 11
cabang olahraga. Hasil akhir dari perjuangan para atlet kita itu adalah kita
finish di peringkat 36 klasemen medali. Hebat kan..
Olimpiade
Barcelona 1992 (Spanyol)
Olimpiade
Barcelona 1992 adalah catatan terbaik keikutsertaan Indonesia di Olimpiade
sampai saat ini. Karena di tahun itu, kita sukses membawa pulang 5 medali yang
kesemuanya dari cabang bulutangkis. Tahun itu juga untuk pertama kalinya
bulutangkis dipertandingkan di Olimpiade dan kita langsung ngeborong
medali-medalinya. Di Olimpiade itu Indonesia mengirim sebanyak 42 atlet yang
bertanding di 10 cabang olahraga, tapi cuma bulutangkis yang sukses ngasih
medali.
Medali emas dipersembahkan oleh Susi Susanti dan Alan Budikusuma dari bulutangkis tunggal putrid dan
bulutangkis tunggal putra.
Kemudian medali perak dipersembahkan oleh Ardy B.
Wiranata dari bulutangkis tunggal putra dan Eddy
Hartono/Rudy Gunawan dari bulutangkis
ganda putra.
Sementara itu medali perunggu sukses direbut oleh Hermawan
Susanto dari bulutangkis tunggal putra.
Dari raihan medali itu, Indonesia
akhirnya finish di peringkat ke-24 klasemen medali, yang merupakan peringkat
terbaik kita sampai saat ini. Superrrr....
Olimpiade Atlanta 1996 (Amerika
Serikat)
Pada Olimpiade ini Indonesia mengirim
40 atlet yang kemudian berlaha di 11 cabang olahraga. Dan akhirnya kita sukses
bawa pulang 4 medali, 1 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu yang
semuanya tetep dari cabang bulutangkis.
Medali emas kita dipersembahkan oleh pasangan ganda putra
Rexy Mainaki/Ricky
Subagja.
Medali perak dipersembahkan oleh Mia
Audina dari bulutangkis tunggal putri dan medali perunggu dipersembahkan oleh Susi
Susanti dari bulutangkis tunggal putri dan pasangan ganda putra Antonius Ariantho/Denny
Kantono.
Hasilnya adalah Indonesia finish di
peringkat ke-41 klasemen medali. Turun sih memang, tapi masih tetap di 50
besar..
Olimpiade Sydney 2000 (Australia)
Olimpiade Sydney 2000 adalah Olimpiade
dengan perolehan medali terbanyak yang Indonesia dapat sampai saat ini. Tahun
itu Indonesia sukses bawa pulang 6 medali dengan 1 emas, 3 perak dan 2 perunggu
dari cabang bulutangkis dan cabang angkat besi yang kemudian jadi andalan
Indonesia di setiap event besar olahraga.
Medali emas dipersembahkan oleh pasangan ganda putra bulutangkis
Tony Gunawan/Candra Wijaya.
Medali perak dipersembahkan oleh pasangan ganda campuran
bulutangkis Tri Kusharjanto/Minarti Timur, Hendrawan
dari bulutangkis tunggal putra dan Raema Lisa Rumbewas dari
angkat besi 48kg putri.
Medali perunggu dipersembahkan oleh dua atlet angkat
besi putri yaitu Sri Indriyani dari 48kg putri
dan Winarni Binti Slamet dari 53kg putri.
Pada Olimpiade Sydney itu Indonesia
mengirim 47 atlet yang bertanding di 12 cabang olahraga, yang mana jumlah atlet
itu adalah yang terbanyak yang bisa lolos di Olimpiade sampai saat ini. Dengan
total 6 medali itu Indonesia finish di peringkat ke-38 klasemen medali.
Olimpiade Athena 2004 (Yunani)
Pada Olimpiade ini Indonesia mengirim
38 atlet yang bertanding di 14 cabang olahraga. Yang akhirnya kita tetep sukses
dapat medali, dengan perolehan medali yang sama persis kayak di Olimpiade
Atlanta 1996 yaitu 1 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu.
Medali emas dipersembahkan oleh pemain tunggal putra
bulutangkis terbaik kita pada saat itu, Taufik Hidayat.
Medali perak sukses didapat Raema
Lisa Rumbewas dari cabang angkat besi 53kg putri.
Medali perunggu dipersembahkan oleh Sony Dwi Kuncoro dari cabang bulutangkis tunggal putra
dan pasangan ganda putra Eng Hian/Flandy Limpele.
Hasil akhirnya adalah Indonesia finish
di peringkat ke-48 klasemen medali dan masih tetap ada di 50 besar sejak 1952.
Olimpiade Beijing 2008 (China)
Indonesia sukses menjaga kestabilan
sampai di Olimpiade Beijing ini. Total Indonesia bawa pulang 5 medali,
masing-masing 1 emas, 1 perak dan 3 perunggu tetap dari cabang bulutangkis dan
angkat besi. Di Beijing 2008 Indonesia cuma ngirim 24 atlet yang berlaga di 7
cabang olahraga.
Medali emas dipersembahkan oleh pasangan ganda putra
bulutangkis Markis Kido/Hendra
Setiawan.
Medali perak dipersembahkan oleh pasangan ganda campuran
bulutangkis Nova Widyanto/Lilyana Natsir.
Dan medali perunggu dipersembahkan oleh Maria
Kristin Yulianti dari cabang bulutangkis tunggal putri, Eko Yuli Irawan dari cabang angkat besi 56kg putra dan Triyatno dari cabang angkat besi 62kg putra.
Indonesia masih dipandang baik karena
akhirnya sukses finish di peringkat ke-42 klasemen medali.
Olimpiade London 2012 (Inggris)
Nah, nyambung yang di awal tadi nih,
di London 2012 ini Indonesia cuma sanggup bawa pulang 1 medali perak dan 1 medali
perunggu yang masing-masing dipersembahkan oleh Triyatno dari cabang angkat
besi 69kg putra dan Eko Yuli Irawan dari cabang angkat besi 62kg putra.
Sementara itu cabang bulutangkis yang
diharap bisa nyumbang medali malah hancur duluan. Apalagi kita tau kemarin
pasangan ganda putri Greysa Polii/Meilana Jauhari didiskualifikasi oleh IOC
(International Olympic Comitee) karena dianggap sengaja ngalah buat ngindarin
lawan berat di babak selanjutnya, dan ternyata bener..
Tahun ini Indonesia ngirim 22 atlet
yang bertanding di 8 cabang olahraga. Tapi yang sanggup ngasih medali ya cuma
angkat besi tadi. Untung Indonesia masih punya Eko Yuli dan Triyatno.
Sementara peringkat kita di Olimpiade
kali ini semakin turun karena negara-negara lain sukses nambah medali mereka,
dan untuk pertama kalinya sejak 1952 Indonesia keluar dari peringkat 50 besar
klasemen medali. Dan untuk pertama kalinya sejak 1992 kita gagal dapat emas.
Dan untuk pertama kalinya sejak bulutangkis dipertandingkan di Olimpiade, kita
gagal dapat medali dari cabang itu.
Dan untuk itu, aku kecewa berat, mungkin kalian juga..
.....
Apapun, kita gak pantas mencela
mereka. Kita gak pantas menghina atlet-atlet kita yang udah bertanding di
Olimpiade membawa nama bangsa. Mereka udah berjuang keras, berusaha sebaik mungkin,
daripada kita yang cuma bisa nonton teriak-teriak sambil merepet gak jelas di
depan TV. Mungkin Tuhan cuma mau ngasih
pelajaran untuk orang-orang berkuasa di negeri ini yang memimpin dengan cara
yang buruk, kalau “ini lhoo negaramu.. negara kacau balau yang bentar lagi
bakal padam..”. Yap! Setidaknya mereka harus belajar dari hasil ini.. Kalau gak
mau juga ya mungkin Tuhan bakal bener-bener madamin negara kita. Pffiuuuhh....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar